Kita jarang sekali atau mungkin tidak pernah melihat foto selfie seseorang sedang minum khamr, tidak pernah lihat foto seseorang sedang berjudi, apalagi sedang berzinah.
Kita juga jarang melihat seseorang memamerkan foto dirinya bareng seorang koruptor, seorang penjahat atau bahkan tidak berani menunjukkan fotonya ketika bersama artis penuh gosip.
Bahkan untuk menulis sebuah status, "aku sedang berjudi bersama kawan2" atau mungkin status "...habis minum miras 2 botol langsung teler.."
Itu adalah wajar, lumrah manusiawi karena tak ada seorangpun yang ingin aib dirinya diketahui orang lain.
Mungkin kita akan merasa senang jika ada seseorang menulis status tentang kebaikan, tentang puasanya, tentang shalat dan kebaikan lainnya. Mengunggah foto2 nya ketika sedang di kabah, di masjid atau ketika sedang memberikan santunan.
Lalu apakah hal itu adalah riya'? Tentu kita tidak tahu, karena memang riya itu urusan hati. Urusan kita dengan Allah.
Kita tidak bisa menilai orang ini riya atau tidak hanya karena dia menunjukkan ibadahnya dimedia sosial. Karena bisa jadi itu adalah cara dia untuk berdakwah, mengajak rekan2nya untuk melakukan seperti yang ia lakukan.
Tanpa bermaksud agar dipuji oleh orang lain sebagai ahli ibadah.
Adalah lebih baik kita share kebaikan2, ilmu2 dan nasihat2 daripada harus memperdebatkan berita2 yg belum teruji kebenarannya atau menulis status yang isinya hanya menyanggah dalil2 islam yang shahih untuk mencari pembenaran dari perbuatannya yg melanggar.






0 komentar:
Posting Komentar