Provokasi dimulai sejak dihalaman masjid saàt keluar selesai shalat jumat.
Saya dan teman berbisik ketika melihat sekumpulan orang yg berpenampilan "aneh". Apa antum yakin mereka itu murni ikut aksi damai. Penampilan mereka yg mirip bangets preman, preman berpeci putih. Ketika rombongan terhenti karena didepan Gereja Katedral terparkir sebuah mobil dari kru TransTV yg menghalang jalan. Seorang korlap berteriak melalui speakernya " kalo mobil tak segera dipindah, maka akan kami gotong". Dan saat itu terdengar suara provokasi dari sekelompok orang yg mirip preman tadi " bakar bakar". Tapi beberapa rekan FPI meneriaki, "jangan jadi provokator".
Setelah mobil TransTV digeser, kami mulai bisa bergerak sedikit lancar, tapi khabarnya rekan2 yg berada di lantai atas masjid baru setelah 2 jam berhasil keluar masjid.
Rekan2 kembali terhenti persis didepan gedung pertamina. Terjebak dikerumunan orang yg begitu padat, membuat kami berkeringat sampai baju terasa basah.
Akhirnya kami berhasil menepi dan berteduh dekat penjual minuman. Ketika beristirahat sejenak, akhirnya kami bergerak lagi. Baru berjalan beberapa meter, massa kembali tertahan. Dua mobil ambulance berusaha keluar berlawanan arah dengan kami. Dan nampak juga beberapa peserta yg berbalik arah sambil bilang bahwa massa tidak bisa terus karena dihalau dan dihadang oleh aparat.
Korlap beberapa kali teriak agar massa tidak lewat dan menginjak taman, awas ada metrotv, ntar diliput.
Akhirnya kamipun putar balik dan ketika mendekati Katedral nampak beberapa relawan memunguti sampah dan menyapu jalan.
Kezimpulan dari ini adalah, bahwa masih banyak orang2 yg sengaja memancing diair keruh. Ikut demo tapi untuk tujuan lain.
(Antok Susanto)






0 komentar:
Posting Komentar