Setelah mengantar anak2 kerumah neneknya di Nglegok, Kab Blitar, pagi itu aku langsung kembali menuju Malang.
Perjalanan yang bisa aku katakan lucu, menegangkan sekaligus menyeramkan.
masih sekitar 2 km berjalan, tepatnya dari atas aku lihat ada Balon udara dengan api yg masih menyala mulai turun dengan derasnya, tepat mendarat di atap rumah warga setempat, beberapa warga panik karena takut akan menimbulkan kebakaran. karena pagi itu hanya ada beberapa orang wanita dan anak2, akupun ikut membantu menurunkan balon itu dengan bantuan galah.
Dari situ kemudian saya melanjutkan perjalanan lagi dan sampai bendungan kali Amprong lancar2 saja, tips jalan "TOL" nya naik menjadi Rp.1000 dan tak diberi karcis, mungkin mumpung lebaran.
Sampai Sumberpucung ada hambatan kecil, pemotor didepanku tiba2 saja jatuh, dan akupun turun menolong dia, yang kebetulan cewek berjilbab,setelah ada beberapa warga yg berdatangan, akupun melanjutkan kembali perjalanan.
Sampai Jalibar lancar2 saja, di Pakisaji mulai tersendat kepadatan, aku putuskan belok kanan lewar karangduren, lancar hingga depan stasiun kotalama, Lampu lalu lintas menyala merah, tapi seakan hanya sebagai hiasan saja, aku sengaja lewat bawah karena akan berbelok ke arah comboran.
Setelah itu semua lancar sampai akhirnya berhasil membuka pintu pagar rumahku.
Alhamdulillah...