Dipersembahkan oleh : Antok Susanto

BLOG ini dipersembahkan oleh Antok Susanto, untuk siapa saja yang membutuhkan berita/artikel atau tulisan apapun. Semoga bermanfaat.

Dipersembahkan oleh : Antok Susanto

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Dipersembahkan oleh : Antok Susanto

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Dipersembahkan oleh : Antok Susanto

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Dipersembahkan oleh : Antok Susanto

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 31 Juli 2014

Infrastruktur Kota Malang mulai Menggeliat


Ternyata kota Malang akan menjadi semakin modern, bangunan2 eksotik, bangunan2 tinggi akan tumbuh menjamur di kota dingin ini. Tempat2 nongkrong baru akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke kota Malang, apalagi jika akses jalan Tol Pandaan Malang sudah selesai pembangunannya.
DANAU KOTA, konon dibelakang kantor Balaikota Malang akan dibuat bendungan yang membendung sungai Brantas, akan menenggelamkan area kosong di DAS mulai pasar burung hingga belakang Balaikota.
Konsekuensinya adalah, pasar burung akan dipindah ke Terminal Hamid Rusdi.

Pembangunan sebuah Condotel dan modern Mall di area stasiun Kotalama akan menjadika kawasan Kotalama yg selama ini terkesan kumuh menjadi kawasan mahal.

Dan yang tak kalah menariknya adalah rencana pengembangan stasiun Malang menjadi dua sisi, sisi barat dan timur, yang akan meningkatkan pelayanan dan kenyamanan calon penumpang kereta.

Perjalan Balik dari Mudik Lebaran 2014


Setelah mengantar anak2 kerumah neneknya di Nglegok, Kab Blitar, pagi itu aku langsung kembali menuju Malang.
Perjalanan yang bisa aku katakan lucu, menegangkan sekaligus menyeramkan.
masih sekitar 2 km berjalan, tepatnya dari atas aku lihat ada Balon udara dengan api yg masih menyala mulai turun dengan derasnya, tepat mendarat di atap rumah warga setempat, beberapa warga panik karena takut akan menimbulkan kebakaran. karena pagi itu hanya ada beberapa orang wanita dan anak2, akupun ikut membantu menurunkan balon itu dengan bantuan galah.
Dari situ kemudian saya melanjutkan perjalanan lagi dan sampai bendungan kali Amprong lancar2 saja, tips jalan "TOL" nya naik menjadi Rp.1000 dan tak diberi karcis, mungkin mumpung lebaran.
Sampai Sumberpucung ada hambatan kecil, pemotor didepanku tiba2 saja jatuh, dan akupun turun menolong dia, yang kebetulan cewek berjilbab,setelah ada beberapa warga yg berdatangan, akupun melanjutkan kembali perjalanan.
Sampai Jalibar lancar2 saja, di Pakisaji mulai tersendat kepadatan, aku putuskan belok kanan lewar karangduren, lancar hingga depan stasiun kotalama, Lampu lalu lintas menyala merah, tapi seakan hanya sebagai hiasan saja, aku sengaja lewat bawah karena akan berbelok ke arah comboran.
Setelah itu semua lancar sampai akhirnya berhasil membuka pintu pagar rumahku.
Alhamdulillah...

Kamis, 24 Juli 2014

KAJIAN LAILATUL QADAR DALAM TINJAUAN ILMU FISIKA

Sebagaimana dimaklumi bersama, Lailatul Qadar adalah sebuah fenomena yang penuh dengan misteri. Kapan waktunya tak ada kepastian tentang hal tersebut. Namun demikian, ada beberapa pakar dan ahli fisika mencoba menghitung kemukjizatan Lailatul Qadar itu dengan ilmu fisika.

Dalam ilmu fisika, kecepatan cahaya sama dengan 300 ribu kilometer per detik. Bila dikonversi ke menit, sama dengan 18 juta kilometer per menit. Jika dikalikan dengan satu jam, menjadi 1.080 juta kilometer per jam. Jika angka tersebut dikali dalam sehari semalam (24 jam), hasilnya sama dengan 25.920 juta kilometer. Kemudian, jika dikali dalam sebulan (30 hari), hasilnya sama dengan 777.600 juta kilometer. Jika seribu bulan, berarti sama dengan 777.600 miliar kilometer.
Lalu berapakah kecepatan cahaya rohani dalam versi metafisika? Albert Einstein, bapak fisika modern dan penemu teori relativitas menyebutkan, kecepatan cahaya energi adalah E=MC2 (2 adalah kuadrat). E adalah energi, M adalah massa sebuah benda, dan C adalah kecepatan konstan cahaya. Inilah yang kemudian disebut dengan teori fisika quantum.

Adapun teori quantum diungkapkan oleh Max Planck (1858-1947), Neil Borth (1885-1962), dan Wener Heisenberg (1901-1976). Mereka mengatakan, quantum adalah bagian elementer terkecil bersifat gelombang energi. Pergerakan quantum bukan linier memanjang sambung-menyambung, tetapi berupa loncatan quantum.

Dengan demikian, kecepatan cahaya rohani sama dengan 30 ribu triliun kilometer per detik. Jika cahaya biasa dalam seribu bulan kecepatannya sama dengan 777.600 miliar kilometer, kecepatan cahaya rohani per detik dalam seribu bulan mencapai 38.580,24691358024691358024691358 kilometer, yang menandakan lebih baik dari seribu bulan.

Sementara itu, kecepatan malaikat naik menghadap Allah dalam sehari kadarnya mencapai 50 ribu tahun perhitungan manusia. Lihat surah Al-Ma'arij [70]: ayat 4. "Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun."

Perpindahan malaikat dari alam malakut (dimensi cahaya) menuju ke alam nasut (dimensi partikel, manusia) tidak setiap saat dapat terjadi. Karena untuk berpindah dimensi, malaikat berarti melintasi cermin CP (C=charge conjugation, penolakan muatan dan P= parity, keseimbangan), dan memperlambat kecepatannya (kecepatan cahaya) mendekati kecepatan partikel. Ini sama dengan pengerahan energi secara kontinyu, yang kalau tidak sesuai prosedur yang ditentukan Allah, akan berakibat fatal (meledak, energy-overload).

Putaran ruang dalam kecepatan cahaya (300.000 km/s) adalah waktu mutlak. Ia adalah ruang bulat dan bukan lonjong. Bila benda bergerak dengan kecepatan cahaya, yang artinya sama dengan kecepatan putaran ruang atau waktu mutlak, benda itu akan membekukan waktu mutlak sehingga ia akan terlepas dari perhitung an waktu.

Sekarang, akan kita hitung usia seorang mukmin yang dikaruniai Allah Lailatul Qadar. Kita ambil contoh, bila si Fulan telah berusia 30 tahun, ia telah menjalankan ibadah Ramadhan semenjak usia 15 tahun, berarti ia telah menjumpai Lailatul Qadar sebanyak 15 kali. Selanjutnya, bila selama 15 tahun itu dikaruniai Lailatul Qadar oleh Allah sebanyak 12 kali saja (yang tiga tahun bolong-bolong), si Fulan tadi tidak lagi berusia 30 tahun, tetapi telah bertambah mengikuti persamaan Lailatul Qadar.

Rumusnya adalah U = Ui + (n x 83,4). U adalah usia hamba yang mendapatkan Lailatul Qadar (tahun), Ui adalah usia hamba mula-mula (tahun), n = orde Lailatul Qadar (tanpa satuan), dan 83,4 adalah 83 tahun tambah 4 bulan (seribu bulan). Dengan demikian, usia Fulan saat ini adalah U= 30 + (12 x 83,4) tahun yang berarti 1030,8 tahun, atau 1.030 tahun ditambah 8 bulan. Wallahu A’lam.

dicopas dari Alam Herbal

KHONG GUAN PALSU

Khong Guan adalah pelopor Industri Biscuit di Indonesia, Sejak dahulu hingga sekarang kami telah menciptakan ratusan jenis biscuit dengan berbagai macam rasa. Kami juga selalu mengikuti perkembangan jaman, dimana kami selalu berinovasi menciptakan variasi biscuit serta variasi rasa yang baru dan unik. Bukan lagi pemain tunggal dalam Industri ini, membuat kami terus bersemangat dan bekerja keras agar tetap menjadi nomor satu.

Tapi waspadalah, karena saat Hari raya Iedul Fitri (LEBARAN), sering beredar KHONG GUAN PALSU, bukan biskuitnya yang dipalsukan, tapi Palsu karena beberapa masyarakat memanfaatkan kaleng bekas biskuit itu untuk wadah kue/panganan yang lain, misal kerupuk, keripik, rengginang atau apapun jenisya.

Tapi selain yang palsu, tak jarang masyarakat masih dan seolah wajib menyediakan versi asli dan biskuit Khong Guan ini, atau berisi biskuit yang di produksi oleh pabrikan Khong Guan sendiri.

SELAMAT BERLEBARAN, Sedikit catatan ini bisa dibuat canda saat kita bersilaturahmi kerumah handai tolan kita.