Dipersembahkan oleh : Antok Susanto

BLOG ini dipersembahkan oleh Antok Susanto, untuk siapa saja yang membutuhkan berita/artikel atau tulisan apapun. Semoga bermanfaat.

Dipersembahkan oleh : Antok Susanto

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Dipersembahkan oleh : Antok Susanto

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Dipersembahkan oleh : Antok Susanto

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Dipersembahkan oleh : Antok Susanto

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 03 Desember 2015

Billboard Dakwah di Malang

Alhamdulillah sudah beberapa bulan ini di kota Malang mulai bermunculan billboard baliho dibeberapa sudut kota dengan pesan dakwah.
"Maka Nikmat Tuhan yang mana yang kamu dustakan" yang sepertinya disponsori oleh sebuah real estate PJ di Malang.
Juga Bando iklan di Jln BS Riadi depan hotel Trio yg berisi pesan moral.
Dan sebuah baliho di Jln Bandung yg merupakan terjemahan dari QS:2:2 .Semoga baliho2 seperti ini akan terus ada dan bertambah disudut2 kota yang lain, mengimbangi baliho dari iklan rokok yang juga tersebar dibeberapa tempat.

Jumat, 02 Oktober 2015

Upload foto ketika judi. Berani?

Kita jarang sekali atau mungkin tidak pernah melihat foto selfie seseorang sedang minum khamr, tidak pernah lihat foto seseorang sedang berjudi, apalagi sedang berzinah.
Kita juga jarang melihat seseorang memamerkan foto dirinya bareng seorang koruptor, seorang penjahat atau bahkan tidak berani menunjukkan fotonya ketika bersama artis penuh gosip.
Bahkan untuk menulis sebuah status, "aku sedang berjudi bersama kawan2" atau mungkin status "...habis minum miras 2 botol langsung teler.."

Itu adalah wajar, lumrah manusiawi karena tak ada seorangpun yang ingin aib dirinya diketahui orang lain.

Mungkin kita akan merasa senang jika ada seseorang menulis status tentang kebaikan, tentang puasanya, tentang shalat dan kebaikan lainnya. Mengunggah foto2 nya ketika sedang di kabah, di masjid atau ketika sedang memberikan santunan.

Lalu apakah hal itu adalah riya'? Tentu kita tidak tahu, karena memang riya itu urusan hati. Urusan kita dengan Allah.
Kita tidak bisa menilai orang ini riya atau tidak hanya karena dia menunjukkan ibadahnya dimedia sosial. Karena bisa jadi itu adalah cara dia untuk berdakwah, mengajak rekan2nya untuk melakukan seperti yang ia lakukan.
Tanpa bermaksud agar dipuji oleh orang lain sebagai ahli ibadah.
Adalah lebih baik kita share kebaikan2, ilmu2 dan nasihat2 daripada harus memperdebatkan berita2 yg belum teruji kebenarannya atau menulis status yang isinya hanya menyanggah dalil2 islam yang shahih untuk mencari pembenaran dari perbuatannya yg melanggar.

Selasa, 08 September 2015

Cinta tapi tak sepaham? Bisakah?

"Di Quran tidak ada, yang penting kita mengamalkan quran bukan hadist."
Kalimat ini seringkali digunakan dalam perdebatan fiqih.
Kalo sudah sampai pada titik ini...segera tinggalkan perdebatan karena akan membuat argument2 kita jadi tak berarti walaupun kita pada posisi yang benar.
Sebenernya untuk membalikkan argumen mereka yang bilang "yang penting sesuai al quran" adalah dengan menjabarkan tentang kewajiban shalat lima waktu. Secara redaksional Al quran tidak merinci tatacara shalat itu bagaimama. Tapi tatacara kita melaksanakan shalat ada dalam contoh yg diberikan dan dijelaskan oleh rasulullah SAW.
Meninggalkan perdepatan akan lebih bijaksana daripada terus melayani debat kusir yang akan semakin menjauhkan dari kebenaran.

Dari Abu Umamah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:
مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الْآيَةَ: مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ
“Tidaklah suatu kaum tersesat setelah tadinya mereka berada di atas petunjuk kecuali karena mereka adalah kaum yang senang melakukan perdebatan.” Kemudian beliau membaca ayat ini, “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud berdebat saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.” (QS. Az-Zukhruf: 58) (HR. At-Tirmizi no. 3253, Ibnu Majah no. 47, dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 5633)
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
إِنَّ أَبْغَضَ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الْأَلَدُّ الْخَصِمُ
“Sesungguhnya orang yang paling dimurkai Allah adalah orang yang paling keras permusuhannya dan yang menantang jika diterangkan hujjah kepadanya”. (HR. Al-Bukhari no. 2457 dan Muslim no. 2668)

Judul tulisan ini adalah soal cinta. Bagaimana 2 orang yg awalnya saling mencintai akhirnya saling membenci karena sebuah perdebatan. Maksud hati untuk memberi nasihat, tapi yang terjadi malah saling adu argumentasi.
Sikap sabar, santun dan mengalah adalah sebuah keharusan untuk mendinginkan hati yg terlanjur panas karena perdebatan tadi.
Salah satu solusi untuk menghindari perdebatan adalah..menimba ilmu dari sumber yang sama.
Sering aku jumpai pasangan suami istri berangkat mengikuti kajian ilmu bersama. Menerima ilmu yg sama akan menyamakan prinsip suami istri, yang pun akan mengajarkan pada anak2nya ilmu yang sama.
Semoga kita bisa melewati masa2 penuh fitnah ini dengan tetap istiqomah.

Rabu, 08 April 2015

jangan mulai yang tak bisa kita akhiri. Love Me or Love Me Not, Halalkan atau Tinggalkan!

Cinta Dalam Diam

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam. Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya. Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, karena kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya. Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.

Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu. Karena diammu adalah bukti kesetiaanmu padanya. Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah Allah pilihkan untukmu.

Ingatkah kamu tentang kisah Fatimah dan Ali? Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan. Hingga pada akhirnya mereka di pertemukan dalam ikatan suci nan indah.
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan, Kekuatan harapan. Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata.

Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya?
Dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam. Jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat. Biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu, hanya antara kau dan Dia.

Namun sayang, Cinta Dalam Diam era zaman modern saat ini sudah berubah. Diam-diam perhatian, diam-diam curi-curi pandang, diam-diam berduaan, diam-diam mencuri kesempatan dalam kesempitan, diam-diam ngobrol panjang lebar berdua, diam-diam sms-an, diam-diam bbm-an, dan diam-diam yang entah masih ada berapa lagi.

Sulit rasanya meneladani Fatimah dan Ali. Pasti ada saja selubang jarum perasaan yang akan merusak kesucian cinta dalam diam itu. Dan selubang jarum itu dibiarkan begitu saja hingga membesar dan menjadi noktah dalam hati. Aduhai sangat meruginya kita. Apakah itu kita? Atau ada di sekitar kita.

Jika kita tak sanggup dengan Cinta Dalam Diam, jangan terus dipaksakan dan berkelit meneladani Fatimah dan Ali. Setan itu menggoda dari berbagai arah. Jangan memulai yang tak bisa kau akhiri. Jangan memulai apa yang kau tak sanggup menanggungnya. Segera akhiri, halalkan atau tinggalkan, Love Me or Love Me Not.

Bukankah akan semakin sakit kala ilmu belum siap, kala iman masih labil, kala kedewasaan belum menapak di Bumi, kita bermain-main dengan perasaan? Semakin lebih sakit saat orang yang kita Cinta Dalam Diam ternyata memilih orang lain atau dilamar orang lain atau melamar orang lain? Sedang diri belum siap dengan segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Jodoh itu tentang ketauhidan. Bagaimana kita percaya, kita yakin bahwa Allah pasti berikan yang terbaik. Sesuai kebutuhan kita. Tinggallah kita yang berusaha, berikhtiar sesuai dengan apa yang kita inginkan. Dari kesungguhan ikhtiar itulah takdir bisa berubah. Jodoh adalah takdir yang dipilih, maka pilihlah memfokuskan memperbaiki diri bukan fokus mencari siapa jodohku nanti. Ayolah, jodoh bukan tentang 'siapa' tapi tentang 'apa yang kita miliki'.

Jadi, jangan mulai yang tak bisa kita akhiri. Love Me or Love Me Not, Halalkan atau Tinggalkan!