Selasa, 08 September 2015

Cinta tapi tak sepaham? Bisakah?

"Di Quran tidak ada, yang penting kita mengamalkan quran bukan hadist."
Kalimat ini seringkali digunakan dalam perdebatan fiqih.
Kalo sudah sampai pada titik ini...segera tinggalkan perdebatan karena akan membuat argument2 kita jadi tak berarti walaupun kita pada posisi yang benar.
Sebenernya untuk membalikkan argumen mereka yang bilang "yang penting sesuai al quran" adalah dengan menjabarkan tentang kewajiban shalat lima waktu. Secara redaksional Al quran tidak merinci tatacara shalat itu bagaimama. Tapi tatacara kita melaksanakan shalat ada dalam contoh yg diberikan dan dijelaskan oleh rasulullah SAW.
Meninggalkan perdepatan akan lebih bijaksana daripada terus melayani debat kusir yang akan semakin menjauhkan dari kebenaran.

Dari Abu Umamah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:
مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الْآيَةَ: مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ
“Tidaklah suatu kaum tersesat setelah tadinya mereka berada di atas petunjuk kecuali karena mereka adalah kaum yang senang melakukan perdebatan.” Kemudian beliau membaca ayat ini, “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud berdebat saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.” (QS. Az-Zukhruf: 58) (HR. At-Tirmizi no. 3253, Ibnu Majah no. 47, dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 5633)
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
إِنَّ أَبْغَضَ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الْأَلَدُّ الْخَصِمُ
“Sesungguhnya orang yang paling dimurkai Allah adalah orang yang paling keras permusuhannya dan yang menantang jika diterangkan hujjah kepadanya”. (HR. Al-Bukhari no. 2457 dan Muslim no. 2668)

Judul tulisan ini adalah soal cinta. Bagaimana 2 orang yg awalnya saling mencintai akhirnya saling membenci karena sebuah perdebatan. Maksud hati untuk memberi nasihat, tapi yang terjadi malah saling adu argumentasi.
Sikap sabar, santun dan mengalah adalah sebuah keharusan untuk mendinginkan hati yg terlanjur panas karena perdebatan tadi.
Salah satu solusi untuk menghindari perdebatan adalah..menimba ilmu dari sumber yang sama.
Sering aku jumpai pasangan suami istri berangkat mengikuti kajian ilmu bersama. Menerima ilmu yg sama akan menyamakan prinsip suami istri, yang pun akan mengajarkan pada anak2nya ilmu yang sama.
Semoga kita bisa melewati masa2 penuh fitnah ini dengan tetap istiqomah.

0 komentar:

Posting Komentar