Kamis, 25 September 2014

Mau CANTIK, ya BERWUDHU....

Siapa yang tak menginginkan wajah berseri, sehat dan cantik? Kebanyakan wanita mendambakannya, meski sekarang sangat mudah mendapatkan berbagai cara membuat wajah tampak berserih, cantik dalam sekejap namun kebanyakan dari semua itu malah memberikan efek samping yang justru merusak kulit. Padahal sejatinya, cantik sama sekali tak akan merusak jika dimanfaatkan, cantik tak harus mahal, bisa diperoleh dengan cara sederhana dan cukup mudah salah satunya adalah wudhu. Pembersih wajah yang paling murah bagi kaum wanita adalah air wudhu, namun banyak yang meragukannya.
Ibadah wudhu tampaknya sepele dan mudah dilakukan. Karena itu, banyak umat Islam yang memandangnya biasa-biasa saja. Padahal, bila wudhu dikerjakan tidak sempurna, shalatnya pun tidak akan diterima

Kendati sederhana, namun sangat besar manfaatnya. Hal ini dibuktikan oleh salah satu ahli kesehatan dunia yakni Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater sekaligus neurology berkebangsaan Austria yang menemukan sesuatu yang menakjubkan dalam wudhu karena mampu merangsang pusat syaraf dalam tubuh manusia dikarenakan keselarasan air dengan wudhu dan titik-titik syaraf, serta kondisi tubuh senantiasa akan sehat.
Bayangkan dan bandingkan wajah orang-orang yang terbiasa tersapu air wudhu dengan mereka yang jarang berwudhu. Maka sangat jelas perbedaannya dari segi aura dan kebersihan wajah. Wajah orang yang berwudhu lebih berseri dan memiliki aura yang lebih positif. Air wudhu memiliki pancaran keistimewaan yang tak dapat dikalahkan oleh kecanggihan kosmetik.


Menurut beberapa ahli bahwa sapuan air wudhu yang dilakukan rutin lima kali sehari semalam dapat mencegah kanker kulit, membersihan sel-sel kulit dan membentuk aura kecantikan tersendiri bagi wanita. Daripada membeli pembersih wajah yang harganya selangit belum tentu baik untuk kesehatan kulit, alangkah baiknya jika beralih ke air wudhu disamping bermanfaat dan sangat mudah bukan, tinggal bagaimana meluruskan niat dan menjaga agar tetap istiqomah.

0 komentar:

Posting Komentar