Tembusan surat ini kepada, Gubernur Bali, Bupati Badung, Kapolres Denpasar, Kapolres Badung dan HRD Hypermart.
Surat ini sudah beredar luas di Internet, terlepas benar atau tidaknya Surat ini, tapi sebelumnya di Bali memang ada pelarangan Jilbab dibeberapa sekolah.
TOLERANSI, itulah alasan yang seolah sangat sakral untuk dimunculkan dalam kasus ini. Muslim yang merupakan kelompok minoritas di Pulau Dewata itu "disarankan" untuk mengikuti budaya dan etika yang berlaku disana. Ini mungkin serupa dengan pelarangan Jilbab dibeberapa sekolah di Bali.
TOLERANSI hanya untuk kaum muslim, jika dengan alasan TOLERANSI tentu pemerintah akan melarang warung2 makan buka pada siang hari dibulan Ramadhan, tapi nyatanya, mereka tetap buka, dan sebagian menutup warungnya dengan tirai agar tidak terlihat dari luar.
TOLERANSI, beberapa instansi melarang pemakaian Jilbab dalam dunia kerja karena dianggap tidak praktis dan mengurangi profesionalitas.
JILBAB seolah dianggap sebagai penghambat karier seseorang, Kasus lepas jilbab seorang selebritis baru2 ini seolah menambah amunisi buat "orang yg berkepentingan" untuk menghembuskan opini bahwa jilbab memang benar2 penghambat karier.
SEMOGA masih banyak Muslimah kita yang istiqomah dalam memegang ISLAM, tak tergiur jabatan dan harta jika itu harus melepas jilbabnya.
SEMOGA ALLAH SWT memberi kita HIDAYAH dan JIWA ISTIQOMAH,







0 komentar:
Posting Komentar